Sing Duwe Blog

SadatGo!BLOG. Versi 2014. Pindah haluan ke blogspot. Setelah di wordpress kena suspend :D. Saya adalah seorang Suami, Ayah 1 anak, Pekerja instansi Pemerintah, Pengendara Supra Fit New, Suka Sosmed, ..... *dan tentu masih akan ada lanjutannya*
SadatGo!BLOG. Mukim di Purworejo, Jawa Tengah. Hobi berpetualang di Internet, sehingga jejakpun kutinggalkan di blogspot. Tidak hanya itu, jejakkupun ada di facebook, flickr, formspring, friendster, koprol, mim, plurk, tumblr, twitter dan wordpress.

Selasa, 22 September 2009

Lebaran

Lebaran, itulah istilah yang biasa disebut masyarakat muslim kita sebagai pengganti nama 'Idul Fithri. Tahun ini 1 Syawal 1430 Hijriyah jatuh pada tanggal 20 September 2009. (*20092009, begitu jika dituliskan dengan angka*, cantik bukan? :) ). Muslim dimanapun pasti menantikan saat-saat membahagiakan ini. Momen-momen saat lebaran selalu ingan dijadikan sebuah ingatan.karena hari itu adalah sebuah hari raya. Hari besar yang patut dirayakan.

Persiapan Lebaran
Di Negeri ini, lebaran identik dengan mudik, baju baru, ketupat, opor ayam, angpau. Akibatnya, saat menjelang lebaran dimanapun ramai. Mulai jalan antar propinsi, antar kota, bahkan sampai di jalan-jalan kecamatan dan desa. Toko-toko sembako, kue, sandang banyak diserbu pembeli untuk menyambut lebaran. Karena permintaan tinggi maka harga-hargapun sebenernya dinaikkan meskipun dibalut dengan diskon.
jelang-lebaran-1 jelang-lebaran-2
*gambar saya ambil di depan salah satu pusat fashion di Purworejo

Itulah gambaran dari kultur masyarakat kita dalam menyambut hari raya ini.

Memulai berhari raya
dari berita-berita yang saya lihat, banyak yang bingung kapan sebenernya hari raya 'Idul Fithri tahun ini. Jika melihat kalender masehi 2009 ini, tanggal merah jatuh tanggal 21 dan 22. Disitu terdapat keterangan hari tersebut tanggal 1 dan 2 syawal. Namun jika diperhatikan lagi, 1 syawal jatuh pada tanggal 20, pada hari Ahad (tanggal merah). Tanggal 22 dijadikan tanggal merah, sebagai ganti dari tanggal 20 yang bertepatan dengan hari ahad yang memang tanggal merah.

Menurut metode Hisab, 1 syawal tidak diragukan lagi jatuh pada tanggal 20 September. Kebetulan saya dirumah memiliki kalender selama 200 tahun sejak tahun 1900 sampai tahun 2100. Coba saya cek dengan kalender tersebut, dan benar hari raya jatuh pada tanggal 20 september.

Lain dengan metode rukyah, yang dilakukan dengan cara melihat hilal. Alhamdulillah, Departemen Agama RI memnggunakan metode ini dalam penentuan hari raya. Metode rukyah ini sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam : "berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya." (HR.Bukhari).

Di kampung saya, dalam menentukan kapan hari raya menunggu terlebih dahulu pemerintah kapan memutuskan. Selepas maghrin sabtu sore tanggal 19 September, saya memantau dari detik.com melalui hp 3230 dengan koneksi APN Telkomsel. Pukul 18.00, melihat berita bahwa di beberapa titik hilal belum terlihat karena terhalang mendung. Pukul 18.45 kembali cek detik.com. Alhamdulillah, hilal terlihat di pelabuhan ratu dan cakung jakarta. Dengan demikian, kemungkinan besar lebaran jatuh pada malam ini. Setelah ada pengumuman dari sidang itsbat departemen agama, masjid-masjid di kampung saya serentak mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid.

Malam Berlebaran
Sudah mentradisi dimasa kini, jika malam lebaran banyak dirayakan dengan hura-hura. Suara petasan bersahutan, konvoi dijalanan, pada kumpul-kumpul di jalanan pusat kota, dan sebagainya. Banyak diantara saudara-saudara kita merayakan kemenangan ini dengan hal tersebut.
malam-takbiran-1 malam-takbiran-2
*gambar saya ambil di sebelah barat alun-alun Purworejo

Satu yang bikin saya kangen akan masa-masa kecil saya dahulu yang sekarang sudah tidak pernah lagi ada. Merayakan lebaran dengan pawai obor keliling kampung. Hal ini juga telah hilang, digantikan dengan pesta kembang api, petasan, dan konvoi dijalanan.

Selamat Idul Fitri 1430 Hijriyah
Taqabbalallahu minna wa minkum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isikan komentar. Terima kasih